Singkawang, MC – Sebanyak 314 pesilat dari berbagai daerah di Kalimantan Barat ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup III se-Kalbar yang digelar di Lapangan Tenis Kridamandala, Kota Singkawang, 2-4 Juli 2026. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara tingkat provinsi, kejuaraan ini juga menjadi wadah seleksi pesilat muda yang akan dipersiapkan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Kejuaraan yang diikuti 15 perguruan silat tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Singkawang, Muhammadin, Kamis (2/7/2026). Usai pembukaan, Muhammadin bersama jajaran Forkopimda dan pengurus IPSI Kalbar meninjau langsung arena pertandingan.

Muhammadin mengatakan, fasilitas pertandingan yang disiapkan panitia telah memenuhi standar yang dipersyaratkan. Matras pertandingan yang digunakan memiliki ketebalan 5 sentimeter sesuai standar sehingga dinilai layak untuk penyelenggaraan kejuaraan tingkat provinsi.

“Kami sudah mengecek langsung matras pertandingan dan sudah sesuai standar, yakni ketebalan 5 sentimeter. Ini menunjukkan Singkawang siap dan layak menjadi tuan rumah event olahraga berskala besar,” katanya.

Menurutnya, penyelenggaraan IPSI Cup III tidak hanya menjadi momentum pembinaan atlet, tetapi juga bagian dari upaya Pemerintah Kota Singkawang menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan berbagai event olahraga.

Ia menilai kehadiran ratusan atlet, pelatih, ofisial hingga keluarga peserta memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah, mulai dari sektor perhotelan, kuliner hingga usaha mikro.

“Event seperti ini menghadirkan banyak orang ke Singkawang. Bukan hanya atlet dan pelatih, tetapi juga keluarga serta pendukung mereka. Ini tentu memberi dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Muhammadin juga meminta Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Singkawang terus memperkuat pembinaan atlet usia muda agar prestasi pencak silat Kota Singkawang tetap terjaga di tingkat nasional.

“Selama ini Singkawang konsisten menyumbang atlet untuk memperkuat kontingen Kalbar di kejuaraan nasional. Pembinaan atlet muda harus terus dilakukan agar regenerasi berjalan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia IPSI Cup III, Delta Pangestu, mengatakan kejuaraan diikuti pesilat dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Barat, yakni Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kubu Raya, Mempawah dan Sintang.

Menurut Delta, selain menentukan juara tingkat provinsi, IPSI Cup III menjadi bagian dari proses penjaringan atlet potensial yang akan diproyeksikan memperkuat Kalimantan Barat pada kejuaraan tingkat nasional.

“Dari kejuaraan ini kami juga melakukan seleksi untuk mencari atlet-atlet terbaik yang nantinya akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional,” katanya.

Delta juga mengingatkan seluruh pesilat agar menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan sportivitas sebagai bagian dari jati diri pencak silat. Menurutnya, kemampuan bela diri harus menjadi sarana melindungi masyarakat, bukan untuk menunjukkan sikap arogan.

“Pesilat memiliki prinsip ‘pesilat budaya, pesilat bersaudara’. Nilai itu harus terus dijaga, sehingga kemampuan bela diri digunakan untuk hal-hal positif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, IPSI siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Singkawang dalam membina generasi muda, termasuk remaja yang kerap terlibat tawuran, melalui pembinaan olahraga pencak silat.

“Kami siap mendukung pemerintah membina generasi muda agar energi dan semangat mereka tersalurkan melalui olahraga, sehingga lahir atlet-atlet berprestasi sekaligus generasi yang sehat dan berkarakter,” ujarnya. (gun)

Humas Singkawang