Singkawang, MC – Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, memberikan apresiasi terhadap Kota Singkawang yang dinilai berhasil membangun identitas daerah melalui nilai toleransi. Pujian tersebut disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di di Grand City Hall Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Di hadapan para kepala daerah, Bima Arya menyebut Singkawang sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang berani memahat tulisan “The Most Tolerant City” di kantor Wali Kota.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan simbol kuat yang merepresentasikan karakter dan jati diri daerah.

“Bisa seperti Singkawang. Satu-satunya kota di Indonesia yang berani dengan sangat percaya diri memahat kantor Wali kotanya dengan tulisan The Most Tolerant City hanyalah Kota Singkawang,” ujar Bima Arya.

Ia menilai biaya pembangunan ornamen tersebut mungkin tidak besar, namun memiliki makna yang sangat bernilai karena mencerminkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kerukunan.

“Biayanya murah, saya yakin enggak sampai Rp1 miliar. Tetapi mahal dalam arti maknanya. Enggak bisa sembarang kota memahat The Most Tolerant City, hanya Singkawang. Diferensiasinya kuat sekali,” katanya.

Bima Arya menegaskan, setiap daerah perlu memiliki identitas yang kuat sebagai pembeda sekaligus daya tarik. Menurutnya, Singkawang telah berhasil menjadikan nilai toleransi sebagai kekuatan utama yang dikenal secara nasional bahkan internasional. (MC)

Humas Singkawang