Singkawang, MC – Tim Penggerak PKK Kota Singkawang melalui Pokja lll bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak, menyelenggarakan pembinaan Diversifikasi Olahan Jagung dan Pangan Aman Tanpa Formalin di Kantor Wali kota Singkawang, Sabtu (21/9/2019).
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Singkawang Juli Wahyuni mengatakan kegiatan
ini merupakan kedua kalinya Fakultas Pertanian Untan bekerjasama dengan PKK
Singkawang melalui program Pengabdian Pada Masyarakat.
Juli menuturkan Kota Singkawang khususnya Kecamatan Singkawang Selatan
memiliki potensi jagung. Ia berharap peserta dapat serius mengikuti dan
menyerap semua materi dengan baik dan kedepan diharapkan dapat muncul
produksi-produksi di bidang pangan.
“Dengan pelatihan diversifikasi pangan ini diharapkan peserta usai
pelatihan dapat mencoba dan menjadikan hasilnya sebagai produk di UP2K dan
akhirnya bisa menjadi khas makanan Kota Singkawang,” harap Juli.
Peserta selain mendapatkan materi terkait strategi pemilihan makanan tanpa
boraks/Formalin dan cara penanganan bahan makanan yang mengandung Formalin,
nara sumber juga mengajarkan dengan praktek pengolahan diversifikasi jagung.
Sementara itu Lucky Hartanti, salah satu nara sumber mengatakan bahwa dalam
pengolahan pangan harus mengedepankan kesehatan.
“Makanan diperlukan untuk menunjang kesehatan manusia, oleh karena itu
dalam mengolah makanan harus mengedepankan dan mengutamakan kesehatan, hindari
penggunaan penggunaan bahan-bahan yang bisa mengganggu kesehatan,”
katanya.
Peserta diharapkan jangan menggunakan bahan-bahan makanan tambahan yang
dapat mengganggu kesehatan dan tidak mengantongi izin resmi dari kementerian,
baik bahan makanan untuk pengawet, pewarna dan pemberi aroma.
Di sela penyampaian materinya Lucky Hartanti mengharapkan hasil
diversifikasi pangan ini dapat meningkatkan nilai jagung. “Materi
yang akan kami sampaikan dalam pelatihan ini bagaimana cara mengolah jagung
menjadi es krim dan bingke jagung,” kats Lucky.
Lebih lanjut Lucky menyampaikan strategi penghilangan Formalin atau sering
dikenal dengan deformalinisasi pada bahan makanan.
“Penghilangan Formalin pada ikan asin dengan direndam air panas satu
jam dan dijemur kembali, bisa juga dengan air dingin dan diberi garam 1 sendok
makan, atau direndam dengan air bekas cucian beras,” beber Lucky.
MC. Kota Singkawang