Singkawang, MC – Upaya mempercepat transformasi digital di lingkungan Pemkot Singkawang terus diperkuat. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang meluncurkan Content Management System (CMS) mandiri bertajuk MoSo 1.0 dalam kegiatan pelatihan pengelolaan website perangkat daerah, Selasa (28/4/2026).

Peluncuran ini menandai langkah konkret menuju kemandirian teknologi, sekaligus memperbaiki kualitas tata kelola informasi publik berbasis digital. CMS MoSo 1.0 dirancang sebagai sistem pengelolaan konten yang lebih adaptif terhadap kebutuhan internal pemerintah daerah, tanpa ketergantungan pada pihak eksternal.

Nama MoSo merupakan akronim dari “Molah Sorang”, istilah lokal yang berarti “bikin sendiri”. Penamaan ini mencerminkan semangat kemandirian dalam pengembangan teknologi, di mana seluruh sistem dibangun oleh programmer internal Diskominfo, Armin Martajasa dan Yushanardi, yang membangun sisi front-end maupun back-end secara mandiri.

Pengembang MoSo, Armin Martajasa, mengatakan bahwa sistem ini dirancang dengan dua fokus utama, yakni kemudahan penggunaan dan penguatan aspek keamanan.

“CMS MoSo 1.0 dirancang agar mudah digunakan oleh operator perangkat daerah, sekaligus memiliki ketahanan dari sisi keamanan sistem,” ujarnya.

Pada tahap awal, MoSo telah diimplementasikan di 10 perangkat daerah. Implementasi bertahap ini diharapkan mampu memastikan proses adaptasi berjalan optimal, sekaligus menjadi ruang evaluasi untuk penyempurnaan sistem.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan platform tersebut. Penguatan fitur dan peningkatan sistem keamanan menjadi prioritas, seiring dengan dinamika kebutuhan pengguna serta meningkatnya ancaman siber terhadap infrastruktur digital pemerintah.

“Pengembangan tidak berhenti di versi 1.0. Kami akan terus menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk memperkuat mitigasi terhadap potensi kerentanan keamanan,” kata Armin. (HR)

Humas Singkawang