Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang melalu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terus mendorong penguatan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan lomba antar murid dan guru jenjang TK dan RA yang digelar di Rumah Adat Melayu Singkawang, Rabu (6/5/2026), dalam rangka memperingati HUT IGTKI-PGRI ke-76.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi memperkuat kualitas layanan pendidikan sejak usia dini.

Menurutnya, tema “Guru TK Sejahtera, Pendidikan Taman Kanak-Kanak Berkualitas sebagai Pondasi Wajib Belajar 13 Tahun” mencerminkan arah kebijakan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan, dimulai dari jenjang paling dasar.

“Wajib belajar 13 tahun harus dimulai dari pendidikan anak usia dini. Karena itu, penting memastikan seluruh anak usia TK di Singkawang dapat mengakses layanan pendidikan, baik satu maupun dua tahun,” ujarnya.

Asmadi menyebutkan bahwa keberhasilan program tersebut tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut peran keluarga, masyarakat, sekolah, pemerintah, dan media menjadi kunci dalam memastikan tidak ada anak usia dini yang tertinggal dari akses pendidikan.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk aktif memberikan masukan dan data terkait anak-anak usia TK yang belum terjangkau layanan pendidikan, sehingga dapat segera ditindaklanjuti secara bersama.

Selain itu, penguatan karakter anak melalui implementasi “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dinilai harus menjadi praktik nyata dalam keseharian, bukan sekadar slogan.

“Pembentukan karakter harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten, karena ini menjadi fondasi menuju generasi unggul Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sementara itu, Ketua IGTKI Kota Singkawang, Eka Susiana, menyampaikan bahwa rangkaian peringatan HUT IGTKI-PGRI ke-76 juga diisi dengan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

Ia menjelaskan, kegiatan lomba yang digelar meliputi senam anak, drum band, serta lomba cipta gerak dan lagu untuk guru. Kegiatan tersebut dirancang untuk mendorong kreativitas sekaligus memperkuat jejaring antar lembaga pendidikan TK dan RA di Kota Singkawang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang aktif, kreatif, dan saling terhubung,” ujarnya. (MC)

Humas Singkawang