Singkawang, MC — Ribuan jemaah dari berbagai daerah menghadiri Haul Akbar ke-10 Al Habib Amin bin Muhsin Alhinduan di Pondok Pesantren Makarim El Akhlak, Kota Singkawang, Sabtu (2/5/2026) malam.
Peringatan satu dekade wafatnya ulama kharismatik sekaligus Imamuth Thariqah Naqsyabandiyah Mudzahariyah ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan beserta istri Erlina Ria Norsan, Anggota DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, serta jajaran Forkopimda Kota Singkawang.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan peringatan haul ini menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai keilmuan dan spiritualitas yang diwariskan Habib Amin Alhinduan tetap hidup dan diamalkan oleh para muridnya.
“Meski telah 10 tahun wafat, ajaran tasawuf dan zikir sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT yang beliau tanamkan, terus diamalkan. Ini terlihat dari antusiasme jemaah yang datang dari berbagai penjuru Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, ajaran Tarekat Naqsyabandiyah yang dibawa Habib Amin Alhinduan merupakan salah satu yang berkembang luas di Kalimantan Barat. Hal ini mencerminkan keikhlasan seorang ulama dalam membimbing umat, sehingga jejak perjuangannya tetap membekas di hati para pengikutnya.
“Besarnya jumlah pengikut menjadi cerminan ketulusan beliau dalam mengajarkan ilmu. Meski telah tiada, nilai-nilai yang diwariskan tetap hidup dan menjadi pedoman,” tambahnya.
Ria Norsan juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah dalam membangun peradaban bangsa, khususnya dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Sejarah membuktikan, kolaborasi ulama dan umara melalui pesantren menjadi ujung tombak dalam membentuk generasi yang beradab dan berkarakter Pancasila,” ungkapnya.
Ia menambahkan, peran ulama dan santri turut berkontribusi besar dalam menjaga keutuhan bangsa dan merawat kebhinekaan Indonesia.
“Nilai-nilai nasionalisme yang ditanamkan di lingkungan pesantren terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari Sabang hingga Merauke,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengapresiasi metode dakwah Habib Amin Alhinduan yang menyejukkan dan inklusif, serta mampu merangkul keberagaman di Kota Singkawang.
“Dakwah beliau tidak hanya menenangkan umat, tetapi juga merangkul seluruh elemen masyarakat lintas suku dan agama. Ini menjadi teladan dalam menjaga harmoni di Kota Singkawang,” katanya.
Ia berharap, para penerus dan pengasuh Pondok Pesantren Makarim El Akhlak dapat terus melanjutkan perjuangan dakwah Habib Amin dengan penuh keistiqamahan.
“Semoga nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan dapat terus diwariskan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. (Gun)
Humas Singkawang




