Singkawang, MC – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie bersama Wakil Wali Kota Muhammadin didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan KB melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah Posyandu, Jumat (10/4/2026).

Tiga lokasi yang menjadi sasaran peninjauan yakni Posyandu Teratai di Kelurahan Roban, Posyandu Kembang Sepatu di Pasiran, serta Posyandu Bougenvile di Sejangkung. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu hamil, balita, dan lansia berjalan optimal.

Dalam kunjungannya, Wali Kota tidak hanya meninjau, tetapi juga terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu. Ia turut membantu proses pengukuran tinggi dan berat badan balita, serta memberikan door prize kepada ibu dan lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posyandu setiap bulan.

Namun demikian, Tjhai Chui Mie menyoroti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat, khususnya ibu-ibu yang membawa balita ke Posyandu.

“Ibu-ibu yang hadir ini rata-rata kurang dari 50 persen. Saya minta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Ketua PKK, camat, dan lurah untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Posyandu,” katanya.

Ia menekankan bahwa Posyandu bukan hanya tempat pemeriksaan kesehatan dan imunisasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi para ibu terkait pola asuh dan pemberian gizi yang tepat bagi anak.

“Di Posyandu, para ibu juga mendapatkan penjelasan tentang porsi dan jenis makanan sehat untuk mendukung tumbuh kembang balita,” tambahnya.

Ia mengingatkan kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Anak-anak ini bukan hanya aset keluarga, tetapi juga generasi penerus yang akan memimpin bangsa. Karena itu, kita harus memastikan mereka tumbuh sehat dan cerdas sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Achmad Hardin mengakui bahwa tingkat kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan layanan Posyandu masih tergolong rendah.

Menurutnya, diperlukan upaya yang lebih intensif dan berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Rendahnya kunjungan ini dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya pemantauan kesehatan anak. Kami akan terus berupaya melakukan edukasi agar para ibu semakin rutin membawa balitanya ke Posyandu,” ujarnya. (Gun)

Humas Singkawang