Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang resmi menutup rangkaian Singkawang Ramadan Fair 2026 yang digelar di Halaman Mess Daerah, Rabu (18/3/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak 18 Maret 2026 tersebut diisi dengan berbagai perlombaan serta pasar juadah yang setiap harinya ramai dikunjungi masyarakat, khususnya menjelang waktu berbuka puasa. Stan-stan UMKM menjadi pusat aktivitas warga dalam memenuhi kebutuhan takjil.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan Ramadan Fair tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.

“Ramadan Fair menjadi ruang kebersamaan, di mana seluruh masyarakat dari berbagai elemen dapat berkumpul dan berbaur tanpa sekat,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Aktivitas jual beli di pasar juadah menunjukkan peningkatan yang signifikan, seiring tingginya antusiasme pengunjung.

“Kegiatan ekonomi benar-benar hidup di pasar juadah ini, dengan tetap mencerminkan nilai-nilai religius,” katanya.

Menurutnya, pelaksanaan Ramadan Fair tahun ini semakin memperkuat identitas Kota Singkawang sebagai kota toleran. Hal itu terlihat dari perpaduan ornamen islami dengan dekorasi Imlek dan Cap Go Meh yang menghiasi kawasan kegiatan.

“Tahun ini Ramadan bertepatan dengan Imlek dan Cap Go Meh, sehingga memperkuat wajah Singkawang sebagai kota toleran,” ungkapnya.

Selain itu, sejumlah agenda budaya seperti Festival Meriam Karbit dan Laggum turut memeriahkan kegiatan serta menjadi bagian dari upaya melestarikan kearifan lokal masyarakat.

Ia berharap penyelenggaraan Ramadan Fair ke depan dapat terus dikembangkan dengan meningkatkan kreativitas, sekaligus menjaga nilai kebersamaan, religius, dan toleransi yang telah terbangun. (Gun)

Humas Singkawang