Petugas kebersihan melakukan pengangkutan sampah di salah satu TPS

Singkawang, MC – Petugas kebersihan UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Singkawang bekerja ekstra selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menyusul lonjakan volume sampah yang mencapai rata-rata 100 ton per hari. Beban kerja meningkat hingga sekitar 120 ton per hari pada pekan pertama awal 2026.

Lonjakan tersebut didominasi sampah kulit buah, terutama durian, seiring meningkatnya aktivitas perdagangan buah dan tingginya kunjungan wisatawan ke Singkawang.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Singkawang, Dedi Wahyudi, mengatakan tingginya volume sampah tidak terlepas dari masuknya buah-buahan dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.

“Kalau hanya pedagang buah lokal, mungkin volumenya tidak sebanyak itu. Bayangkan, buah berasal hampir dari seluruh Kalbar, jadi wajar saja volume sampahnya meningkat drastis,” kata Dedi, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, Singkawang menjadi lokasi strategis perdagangan buah karena pangsa pasar yang besar dan tingginya arus wisatawan selama libur akhir tahun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada peningkatan produksi sampah kota.

Untuk menjaga kenyamanan wisatawan, Dedi mengaku telah menginstruksikan seluruh petugas kebersihan bekerja lebih cepat dan intensif dalam menangani sampah di berbagai titik kota.

“Setiap tahun kita tahu Singkawang pasti ramai dikunjungi wisatawan saat libur akhir tahun. Bahkan banyak yang masih bertahan hingga minggu pertama awal tahun. Tentu jangan sampai mereka terganggu oleh sampah yang belum dibereskan,” ujarnya.

Namun demikian, Dedi meminta perhatian Pemerintah Kota Singkawang untuk meningkatkan dukungan sarana dan prasarana bagi petugas kebersihan. Menurut dia, dedikasi petugas yang bekerja siang dan malam perlu diimbangi dengan fasilitas yang memadai.

“Petugas ini tidak hanya bekerja dengan tenaga dan pikiran, tetapi juga ketulusan hati demi menjaga citra Singkawang sebagai kota wisata. Tanpa dukungan sarana prasarana yang memadai, kerja keras mereka bisa menjadi sia-sia,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan kebijakan penertiban pembuangan sampah. Ia menegaskan pihaknya tidak lagi menerima sampah yang diangkut menggunakan mobil pribadi dan kendaraan roda tiga di kantor UPT maupun tempat penampungan sementara (TPS).

“Sekarang akses jalan menuju TPA sudah bagus. Tidak ada lagi alasan membuang sampah di depo UPT atau TPS. Semua harus langsung dibawa ke TPA di Jalan Wonosari,” ujar Dedi.(Gun)

Bid. IKP/Kominfo