Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola aparatur sipil negara (ASN). Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Singkawang meraih penghargaan Adhi Manawa Nugraha Pratama dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI atas kinerja terbaik dalam pengelolaan kepegawaian.
Penghargaan tersebut diterima Kepala BKPSDM Kota Singkawang, Sutiarno, dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun BKN ke-78 yang diselenggarakan oleh Kantor Regional V BKN di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sutiarno menjelaskan, penghargaan diberikan kepada tiga instansi pengelola kepegawaian terbaik di wilayah kerja Kantor Regional V BKN yang meliputi Provinsi DKI Jakarta, Lampung, dan Kalimantan Barat. Tiga instansi yang terpilih yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, BKD Provinsi Lampung, dan BKPSDM Kota Singkawang.
“Penghargaan ini diberikan kepada instansi yang dinilai unggul dalam menjalankan peran dan tanggung jawab pengelolaan kepegawaian. Ada 12 aspek yang menjadi penilaian, mulai dari pengadaan pegawai, pengembangan karier, pembinaan pegawai hingga aspek kesejahteraan,” kata Sutiarno, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, salah satu keunggulan yang menjadi perhatian tim penilai adalah komitmen Pemerintah Kota Singkawang dalam membangun sistem manajemen talenta ASN. Melalui penerapan manajemen talenta, terjadi peningkatan kualitas dan kesiapan aparatur dalam mengisi posisi-posisi strategis di masa mendatang.
“Perkembangan manajemen talenta di Singkawang menunjukkan hasil yang positif. ASN yang sebelumnya berada pada kelompok potensi awal kini semakin banyak yang masuk dalam kotak suksesi yang lebih tinggi. Ini menunjukkan peningkatan kapasitas dan kesiapan SDM aparatur,” ujarnya.
Selain itu, inovasi Ngombe (Ngobrol Sambil Belajar) juga menjadi salah satu faktor yang mengantarkan BKPSDM Kota Singkawang meraih penghargaan tersebut. Program ini menghadirkan ruang belajar yang fleksibel dengan melibatkan narasumber lokal maupun dari BKN pusat untuk membahas berbagai isu dan solusi di bidang kepegawaian.
Sutiarno mengatakan, inovasi tersebut dinilai mampu menjawab tantangan pengembangan kompetensi ASN di tengah keterbatasan anggaran. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbagi pengetahuan, peningkatan kompetensi pegawai tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Ngombe menjadi sarana belajar bersama yang efektif sekaligus wadah mencari solusi atas berbagai persoalan kepegawaian. Meski dengan keterbatasan anggaran, pengembangan kompetensi ASN tetap berjalan dengan melibatkan narasumber yang kompeten,” jelasnya.
Tidak hanya itu, kepatuhan BKPSDM Kota Singkawang dalam menjalankan regulasi kepegawaian juga menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian. Mulai dari pengelolaan karier ASN, penerapan sistem merit, hingga pembinaan disiplin pegawai dinilai berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sutiarno berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan profesionalisme aparatur.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan ASN di lingkungan Pemerintah Kota Singkawang. Kami akan terus memperkuat tata kelola kepegawaian yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik,” ujarnya. (MC)
Humas Singkawang




