Singkawang, MC – Peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan konektivitas wilayah menjadi perhatian utama dalam Musrenbang RKPD Kota Singkawang Tahun 2027 Tingkat Kecamatan Singkawang Selatan.
Digelar pada Senin (2/2/2026) di Aula Kantor Camat Singkawang Selatan, Musrenbang kali ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Singkawang.
Dalam kesempatan ini, Camat Singkawang Selatan, Apriyanto, menjelaskan bahwa Musrenbang Kecamatan berkedudukan sebagai forum untuk membahas dan menyepakati langkah penanganan program prioritas pembangunan yang diusulkan dari tingkat kelurahan.
“Kegiatan ini sebagai wadah musyarawah masyarakat Singkawang Selatan terkait program prioritas yang tercantum dalam daftar usulan kegiatan pembangunan kelurahan, yang kemudian diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kota nantinya,” ucap Apriyanto.
Untuk RKPD Tahun 2027, Kecamatan Singkawang Selatan mengusulkan sebanyak 262 usulan kegiatan. Rinciannya, Kelurahan Sedau mengajukan 94 usulan, Kelurahan Sijangkung 57 usulan, Kelurahan Pangmilang 79 usulan, dan Kelurahan Sagatani sebanyak 32 usulan.
“Usulan didominasi oleh peningkatan kualitas layanan infrastruktur dasar sebanyak 163 usulan dan peningkatan konektivitas wilayah sebanyak 62 usulan. Yang paling banyak masuk adalah pembangunan jalan paving, drainase, dan jembatan,” ungkap Apriyanto.
Apriyanto berharap, usulan-usulan yang telah disepakati dalam Musrenbang ini dapat didengar dan direalisasikan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
“Kebetulan ini adalah tahun terakhir saya sebelum purna tugas. Untuk itu saya berharap semoga ada usulan-usulan dari daerah selatan yang terealisasi nanti,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Kota Singkawang, Dwi Yanti mengatakan, pentingnya Musrenbang sebagai forum partisipatif dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
“Musrenbang memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan arah pembangunan Kota Singkawang di tahun 2027. Partisipasi semua pihak sangat diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujar Dwi Yanti.
Dalam arahannya, Dwi Yanti juga menyoroti sejumlah isu strategis yang masih menjadi prioritas daerah, seperti kemiskinan ekstrem, stunting, dan banjir. Ia menyebutkan bahwa sebanyak 27 persen dari 195 keluarga miskin ekstrem di Kota Singkawang berada di Kecamatan Singkawang Selatan.
Selain itu, masih terdapat dua kelurahan yang belum bebas dari praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS), yakni Sagatani dengan 105 kasus dan Sedau dengan 31 kasus.
“Hal ini menjadi tantangan kita bersama yang harus diatasi, tentu dengan merumuskan aksi nyata melalui usulan-usulan dalam musrenbang,” tegasnya.
Di sisi lain, Dwi Yanti melihat potensi besar Kecamatan Singkawang Selatan dalam pengembangan ekonomi daerah, khususnya sektor pariwisata dan agrowisata.
“Kecamatan ini memiliki pantai, kawasan perbukitan, lahan subur, serta menjadi wajah Kota Singkawang dengan keberadaan bandara,” tambahnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga lingkungan yang aman dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan optimal.
“Semoga kita dapat terus bersinergi menjaga potensi wilayah ini, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Singkawang Selatan,” tutupnya.
Humas Singkawang




