Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kota dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027, di Balairung Kantor Wali Kota, Jumat (17/4/2026).

Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan nasional, sekaligus menampung aspirasi masyarakat dalam penentuan prioritas pembangunan.

Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyebutkan bahwa Musrenbang merupakan wujud nyata pendekatan partisipatif dalam pembangunan.

“Diharapkan peserta dapat memberikan masukan dalam penyelarasan prioritas dan sasaran pembangunan Kota Singkawang dengan arah kebijakan pembangunan provinsi maupun nasional guna penyempurnaan RKPD tahun 2027,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Wali Kota juga menyampaikan capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif, terutama pada tahun 2025. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Singkawang tercatat mencapai 75,67, menempatkan Singkawang di posisi kedua di Kalimantan Barat setelah Kota Pontianak, meski masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Capaian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama pemerintah daerah,” ungkapnya.

Di sektor kesehatan, ia menekankan pentingnya penguatan layanan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat.

“Bagaimana mau cerita Kota Singkawang maju kalau masyarakatnya saja tidak sehat. Saya ingin pelayanan kepada masyarakat tidak dibeda-bedakan, utamakan kesehatan pasien dulu baru administrasinya,” ujarnya.

Sementara itu, di bidang pendidikan, ia mengungkapkan adanya pemangkasan anggaran sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026 dan berharap kondisi tersebut tidak terulang pada tahun berikutnya.

“Sekolah-sekolah kita masih banyak membutuhkan perbaikan gedung, sarana prasarana, hingga dukungan teknologi pembelajaran. Tentu sangat sulit untuk mencapai visi misi Indonesia Emas 2045 jika anggaran pendidikan terus dipangkas,” katanya.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang pada 2025 mencapai 5,39 persen dan tingkat kemiskinan menurun menjadi 4,28 persen.

Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis, terutama yang mendukung konektivitas wilayah. Sejumlah rencana yang disiapkan meliputi pengembangan bandara melalui perpanjangan runway dan penambahan apron, pembangunan jalan lingkar barat–utara, serta peningkatan kapasitas jalan Singkawang–Bengkayang.

“Rencana Pembangunan ini adalah untuk agar orang-orang mudah untuk keluar masuk ke Kota Singkawang, mengurai kemacetan dalam kota dan memperindah tata kota kita tentunya,” sambungnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam pembangunan infrastruktur strategis dan pendanaan daerah.

“Dukungan provinsi sangat kami harapkan, baik dalam bentuk program maupun hibah pendanaan untuk pembangunan yang menjadi kewenangan bersama,” harapnya.

Menutup penyampaiannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kota Singkawang, yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini akan bermanfaat untuk Kota Singkawang. Dan kemudian daerah kita bisa menjadi Singkawang hebat, Singkawang juara, dan semua akan pasti ke Kota Singkawang,” tutupnya. (Do)

Humas Singkawang