Singkawang, MC – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XI yang digelar di Yogyakarta.
Kegiatan ini diawali dengan jamuan makan malam (welcome dinner) pada Senin (4/8/2025) malam dan Rakernas JKPI yang dibuka resmi oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Selasa (5/8/2025).
Ditemui disela Rakernas, Wali Kota Tjhai Chui Mie menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian dan pengembangan kota pusaka. Kota Singkawang sebagai salah satu anggota aktif JKPI, turut mendorong penguatan identitas kota pusaka melalui kolaborasi lintas daerah dan kementerian.
“Kita berterima kasih karena Singkawang juga sudah mendapat dukungan anggaran untuk penguatan kota pusaka. Harapannya, ini terus berlanjut untuk pembangunan dan pelestarian warisan budaya kita,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta jajaran pengurus JKPI, termasuk Direktur Eksekutif, dalam mendukung kota-kota pusaka agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
“Kami berharap ke depan, pihak JKPI dan kementerian bisa berkunjung ke Singkawang untuk melihat langsung potensi dan kekayaan budaya yang kami miliki,” tambahnya.
Tjhai Chui Mie turut mengapresiasi keramahan dan kesiapan Kota Yogyakarta sebagai tuan rumah Rakernas tahun ini. Ia menilai Yogyakarta mampu menjadi contoh ideal dalam pengelolaan kota pusaka secara terpadu, dari sektor pariwisata, kuliner, hingga budaya.
“Kota Jogja ini luar biasa. Ramah, kulinernya murah, dan banyak tempat menarik. Sejak kedatangan, kami langsung disambut hangat dari bandara. Semua sudah dipersiapkan dengan sangat baik oleh tuan rumah,” katanya.
Terkait kemungkinan Singkawang menjadi tuan rumah Rakernas JKPI berikutnya, Tjhai Chui Mie menyatakan ketertarikan untuk mengajukan diri secara resmi. Namun, keputusan final masih menunggu hasil rapat pleno yang dijadwalkan usai sesi siang.
“Kalau ada kesempatan, tentu kita ingin jadi tuan rumah. Budaya Singkawang tidak kalah menarik dari kota-kota lain, dan ini bisa jadi momen untuk memperkenalkan kekayaan lokal kami ke tingkat nasional,” ujarnya. (MC)
Bid. IKP/Kominfo




