Singkawang, MC – Dentuman meriam karbit saling bersahutan di kedua sisi Sungai Singkawang, kawasan Taman Burung, Rabu (11/3/2026) malam. Meski diguyur hujan, Festival Meriam Karbit dan Laggum Kampung yang menjadi bagian dari rangkaian Singkawang Ramadan Fair 2026 tetap berlangsung meriah dan menarik ratusan warga.

Festival dibuka oleh Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie didampingi Wakil Wali Kota Muhammadin serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Pada pembukaan acara, keduanya juga sempat mencoba menyulut meriam karbit bersama warga untuk menghasilkan dentuman terbaik.

Tjhai Chui Mie mengatakan, meriam karbit dan laggum bukan sekadar permainan tradisional, tetapi telah menjadi bagian dari ikon budaya masyarakat Melayu setiap bulan Ramadhan yang perlu dijaga keberlanjutannya.

“Festival meriam karbit ini merupakan bagian dari upaya kita merawat budaya bangsa, khususnya budaya Melayu,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai budaya memiliki peran penting dalam membentuk adab dan budi pekerti masyarakat, sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh perkembangan teknologi.

“Ilmu bisa digali melalui teknologi informasi yang berkembang pesat. Namun nilai budi pekerti yang terkandung dalam budaya tidak dapat diajarkan melalui teknologi,” katanya.

Ia menilai kegiatan budaya juga perlu dikemas mengikuti perkembangan zaman agar memiliki daya tarik yang lebih luas, termasuk menjadi potensi wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Jika dikemas dengan baik, festival ini berpotensi menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Singkawang,” ujarnya.

Ia juga menilai bulan Ramadan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dari berbagai kegiatan yang berlangsung selama Singkawang Ramadan Fair.

“Selain kegiatan pengembangan iman dan takwa, kita juga melihat banyak aktivitas ekonomi yang tumbuh selama Ramadhan,” katanya.

Wakil Wali Kota Muhammadin menyatakan Pemkot Singkawang berkomitmen mendukung kegiatan kebudayaan yang memberi dampak pada perekonomian masyarakat.

“Pemkot akan selalu mendukung kegiatan yang bertujuan mengembangkan kebudayaan karena dampaknya besar terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga keberagaman sebagai kekuatan bersama dalam membangun daerah.

“Keberagaman adalah takdir dari Tuhan. Mari kita rawat tanpa sibuk mencari perbedaan, tetapi menjadikannya kekuatan untuk meraih kesejahteraan,” kata Muhammadin.

Humas Singkawang