Singkawang, MC – Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (Forprov) II Kalimantan Barat 2026 resmi dimulai. Pembukaan ditandai dengan pemukulan loku oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dan Wakil Wali Kota Muhammadin, Ketua KORMI Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota, Minggu (5/7/2026).
Usai seremoni pembukaan, seluruh peserta yang terdiri dari atlet, pelatih, dan official dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat mengikuti defile mengelilingi Kota Singkawang. Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Gubernur Kalbar dari panggung utama di depan Mess Daerah Kota Singkawang, sekaligus menandai dimulainya pesta olahraga masyarakat yang berlangsung hingga 12 Juli 2026.
Gubernur Ria Norsan mengatalan Forprov bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan melalui olahraga dan permainan tradisional yang dikemas dalam semangat sportivitas.
“Ajang ini bukan hanya soal kompetisi, tapi tentang bagaimana kita bisa berbahagia bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga nilai persaudaraan, persatuan, dan kekeluargaan selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, kemenangan tidak boleh melahirkan kesombongan, sementara kekalahan bukan alasan untuk berkecil hati.
“Yang juara jangan berbangga diri dan yang kalah janganlah berkecil hati. Kita jadikan ajang ini sebagai alat untuk mempererat persaudaraan, kekeluargaan, dan persatuan kita,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, mengatakan penyelenggaraan Forprov II menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kota Singkawang kepada seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Menurutnya, keramahan masyarakat Singkawang diharapkan mampu memberikan kesan mendalam sehingga para peserta kembali berkunjung bersama keluarga maupun kerabat pada kesempatan berikutnya.
“Kami menyambut kehadiran bapak, ibu, dan rekan-rekan sekalian dengan tangan terbuka dan kehangatan khas masyarakat kami. Kami yakin cerita indah ini akan dibawa pulang untuk mengajak saudara dan rekan berkunjung ke Singkawang,” katanya.
Ia menambahkan, Forprov juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kebersamaan melalui olahraga masyarakat. Selain membangkitkan nostalgia permainan tradisional, kegiatan ini dinilai memperkuat semangat inklusivitas karena mampu menyatukan masyarakat dari berbagai usia, suku, agama, dan budaya.
“Melalui event ini, kita tidak hanya dibawa kembali pada masa indah waktu kecil dulu, namun kita juga diajarkan pentingnya inklusivitas, karena olahraga ini benar-benar menyatukan kita dari yang muda sampai yang tua, tanpa melihat apa sukunya, agamanya, dan budayanya,” ungkapnya. (Gun)
Humas Singkawang




