Singkawang, MC – Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie memaparkan capaian dan tantangan pembangunan daerah dalam satu tahun terakhir saat menjadi narasumber program Nusaraya Kompas.com di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Dalam wawancara tersebut, ia mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya Bandara Singkawang, menjadi isu krusial yang perlu segera dituntaskan untuk mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, operasional Bandara Singkawang telah berjalan, namun masih terdapat kendala teknis pada sisi apron yang belum diperpanjang. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas penerbangan.

“Ketika ada pesawat yang bersiap lepas landas, pesawat lain yang akan mendarat harus menunggu dan berputar di udara. Ini berpengaruh pada efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kenaikan harga avtur turut memperbesar beban operasional penerbangan, sehingga perbaikan infrastruktur menjadi semakin mendesak. Ia berharap dukungan percepatan dari pemerintah pusat, khususnya kementerian terkait, agar pengembangan fasilitas bandara dapat segera direalisasikan.

Saat ini, frekuensi penerbangan rute Singkawang–Jakarta tercatat dua kali per hari dan meningkat hingga empat kali pada periode tertentu seperti hari besar. Tren kenaikan jumlah penumpang, menurut dia, harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur agar tidak menghambat pertumbuhan.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Singkawang terus mendorong sektor pariwisata sebagai pengungkit ekonomi. Promosi destinasi, kuliner, budaya, serta penyelenggaraan event menjadi strategi utama untuk menarik kunjungan wisatawan.

Ia menekankan pentingnya penjadwalan event secara konsisten sepanjang tahun. Ia menargetkan setiap bulan terdapat agenda kegiatan yang mampu meningkatkan daya tarik kota sekaligus mendukung sektor transportasi udara.

“Event yang tersusun baik akan berdampak luas, tidak hanya bagi masyarakat Singkawang, tetapi juga daerah sekitar,” katanya.

Ia menilai, penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya UMKM kuliner, memiliki efek berganda (multiplier effect) yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi regional.

“Dengab berbagai langkah ini, saya berharap konektivitas yang semakin baik dan aktivitas pariwisata yang meningkat dapat berjalan beriringan, sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya. (MC)

Humas Singkawang