Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, H. Asmadi.

Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang menyiapkan rangkaian kegiatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan pendekatan sederhana, namun menitikberatkan pada pengembangan kreativitas dan penguatan karakter siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang, Asmadi, mengatakan, peringatan tahun ini dikemas dalam “Gebyar Hardiknas 2026” yang tidak bersifat seremonial semata, melainkan diarahkan pada kegiatan edukatif, olahraga, seni, hingga sosial.

“Konsepnya sederhana dan kekeluargaan, tetapi tetap menekankan pengembangan bakat serta kreativitas siswa dan guru,” kata Asmadi, Selasa (7/4/2026).

Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 16 April 2026 melalui pembukaan di halaman Kantor Wali Kota Singkawang. Kegiatan tersebut diisi dengan senam bersama dan penampilan drum band sebagai penanda dimulainya seluruh agenda.

Selanjutnya, pada 18–26 April, digelar turnamen futsal tingkat sekolah dasar di Lapangan Pelangi pada pagi hingga sore hari, serta pertandingan antar-organisasi perangkat daerah (OPD) pada malam hari. Pada waktu yang sama juga berlangsung turnamen mini soccer tingkat SMP.

Kompetisi seni turut menjadi bagian dari peringatan, antara lain lomba marching band tingkat SD dan SMP yang dijadwalkan pada 25–26 April. Sementara itu, pada 29 April akan digelar lomba budaya Belarak Pengantin dan Saprahan di Rumah Adat Melayu sebagai upaya pelestarian tradisi lokal.

Menurut Asmadi, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mengintegrasikan pengembangan bakat siswa di bidang olahraga dan seni dalam satu momentum peringatan pendidikan.

“Kami ingin menghubungkan pengembangan kreativitas dengan kegiatan olahraga dan seni, sehingga siswa memiliki ruang berekspresi yang lebih luas,” katanya.

Selain kegiatan kompetitif, peringatan Hardiknas juga diisi dengan agenda sosial, seperti penghijauan oleh insan pendidikan dan kegiatan berbagi kepada masyarakat.

Asmadi menegaskan, momentum Hardiknas harus dimaknai sebagai penguatan pembangunan sumber daya manusia. Ia menilai, kualitas pendidikan menjadi faktor penentu kemajuan daerah.

“Pembangunan sumber daya manusia dan penguatan karakter adalah kunci agar daerah bisa berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mencegah angka putus sekolah. Menurut dia, kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah diperlukan untuk memastikan akses pendidikan tetap terjaga.

“Jangan sampai ada anak yang tidak bersekolah. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” kata Asmadi. (MC)

Humas Singkawang