Singkawang, MC – Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili di Kota Singkawang, berlangsung meriah dan spektakuler, Selasa (3/3/2026). Sebanyak 727 tatung ambil bagian dalam puncak perayaan yang menjadi agenda wisata budaya tahunan tersebut.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto, di panggung utama depan Kantor Wali Kota Singkawang. Pembukaan ditandai dengan pemukulan loku bersama para tamu VVIP.
Usai seremoni, ribuan pasang mata yang memadati tribun dan sepanjang jalan utama Kota Singkawang langsung disuguhi atraksi para tatung. Berdasarkan data panitia, dari total 734 peserta, sebanyak 528 tatung menggunakan tandu, 109 tanpa tandu, 76 miniatur, 15 jelangkung, tiga naga, dua barongsai, serta satu rombongan jalan kaki.
Atraksi para tatung yang identik dengan aksi ekstrem dan simbol-simbol spiritual itu menjadi daya tarik utama Cap Go Meh Singkawang. Iringan musik tradisional dan gemuruh tepuk tangan penonton menambah semarak arak-arakan yang berlangsung tertib dan lancar.
Sejumlah pejabat negara turut menghadiri perayaan tersebut, di antaranya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait, serta Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar dan pimpinan lembaga nagara lainnya.
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku terkesan dapat menyaksikan langsung perayaan Cap Go Meh di Singkawang.
“Ini kali pertama saya bisa menyaksikan secara langsung perayaan atau festival Cap Go Meh yang diselenggarakan di Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat. Sungguh terlihat sekali penerapan nilai-nilai toleransi di sini,” ujar AHY.
Menurutnya, Cap Go Meh bukan sekadar ekspresi budaya dan tradisi masyarakat Tionghoa, melainkan juga mengandung pesan penting tentang toleransi dalam merawat kebhinekaan bangsa.
“Apapun suku, agama, etnis, dan ras yang ada di Indonesia, kita harus bersatu dan kita harus ekspresikan ini untuk kemajuan kita bersama. Mudah-mudahan dari Singkawang energi positif ini bisa menyebar ke berbagai penjuru tanah air lainnya,” kata dia.
AHY berharap, toleransi dan harmoni dalam keberagaman yang tumbuh di Singkawang dapat menjadi pesan perdamaian, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga dunia.
“Semoga festival ini mencerminkan rasa toleransi hingga ke seluruh penjuru dunia dan menjadi modal penting kita untuk membangun bangsa yang lebih maju ke depannya,” ujar dia. (Gun)
Humas Singkawang




