Singkawang, MC – UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menempatkan 100 unit tempat sampah di sepanjang rute pawai lampion dan Festival Cap Go Meh. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kebersihan kota selama berlangsungnya salah satu agenda budaya berskala internasional tersebut.
Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Kota Singkawang, Dedi Wahyudi, mengatakan, ratusan tempat sampah tersebut ditempatkan di sejumlah ruas jalan utama yang dilalui peserta pawai.
“Kami telah menyiapkan 100 tempat sampah di sepanjang Jalan Firdaus, Ponegoro, Vihara Tri Dharma, hingga GM Situt,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Selain penyediaan sarana, pihaknya juga mengerahkan 100 petugas kebersihan yang akan disiagakan di lokasi acara. Para petugas akan bertugas membersihkan sampah selama dan setelah rangkaian kegiatan berlangsung.
“Sebanyak 100 petugas kebersihan kami siagakan di lokasi Cap Go Meh untuk memastikan kondisi tetap bersih dan tertata,” kata Dedi.
Ia menyebutkan telah berkoordinasi dengan panitia Festival Imlek dan Cap Go Meh guna membuka rekrutmen relawan kebersihan. Keterlibatan relawan diharapkan dapat membantu meringankan tugas petugas di lapangan pada hari pelaksanaan.
“Kami sudah berkomunikasi dengan panitia agar membuka rekrutmen relawan kebersihan untuk membantu petugas saat hari H,” jelasnya.
Dedi berharap keberadaan tempat sampah di sepanjang rute pawai dapat meminimalisir sampah yang berserakan. Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan perayaan Cap Go Meh untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian petugas kebersihan tengah menjalankan ibadah puasa, sehingga dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar kebersihan tetap terjaga.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan tempat sampah yang telah disediakan sehingga memudahkan kerja petugas di lapangan,” ujarnya.
Menurut Dedi, Cap Go Meh sebagai agenda budaya berskala internasional harus menjadi contoh dalam tata kelola kebersihan. Hal tersebut penting untuk menjaga citra Singkawang sebagai Kota Tertoleran sekaligus kota wisata.
“Persoalan sampah harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya pemerintah. Partisipasi masyarakat sangat diperlukan demi menjaga nama baik Singkawang sebagai kota tertoleran dan kota wisata,” katanya.(Gun)
Humas Singkawang




