Singkawang, MC – Untuk memastikan layanan darurat berjalan cepat, terpadu, dan tepat sasaran, Pemerintah Kota Singkawang menggelar evaluasi layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat Singkawang Tanggap (SIGAP) 112, Selasa (24/2/2026), di Ruang Rapat Wali Kota.
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Direktur PT Jastina Telekomindo beserta tim, serta delapan perangkat daerah yang memiliki peran langsung dalam penanganan kegawatdaruratan di Kota Singkawang.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, menyebutkan layanan 112 merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat saat kondisi darurat, sekaligus penguatan implementasi program Smart City di Kota Singkawang.
“Saya mencermati layanan 112 ini cerminan pemerintah di saat darurat. Untuk ini koordinasi tentu adalah kuncinya. Apalagi atensi dari Wali Kota yang gencar sekali untuk mewujudkan Singkawang Smart City,” kata Dwi Yanti.
Ia meminta agar perangkat pendukung layanan terus dimaksimalkan secara bertahap. Selain itu, Dwi Yanti mengimbau agar Surat Keputusan (SK) Tim 112 Kota Singkawang segera diterbitkan sebagai dasar pembagian tanggung jawab antarperangkat daerah.
“SK Tim 112 sangat penting untuk penyerahan tanggung jawab masing-masing perangkat daerah yang menangani kedaruratan. Dengan adanya SK ini tentu ego sektoral harus kita hilangkan demi keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kesiapan petugas di perangkat daerah terkait juga perlu segera ditingkatkan, terutama dalam aspek kecepatan dan keselarasan respons layanan.
“Saya harap juga pelaporan aplikasi dapat dilakukan secara akurat guna mendukung pemetaan risiko wilayah. Data yang akurat akan membantu kita membuat mitigasi risiko dan meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan ke depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, Chantal Novyanti, menjelaskan evaluasi dilakukan setelah empat bulan pelaksanaan layanan SIGAP 112.
“Rapat ini adalah evaluasi jalannya layanan SIGAP 112 selama empat bulan terakhir. Kami selaku koordinator merasa layanan ini masih perlu dimaksimalkan,” ungkapnya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah dalam memastikan efektivitas layanan kegawatdaruratan.
“Layanan ini tidak gampang, semua OPD harus satu visi dan satu tujuan. Karena rasanya mubazir kalau tidak kita manfaatkan semaksimal mungkin,” lanjutnya.
Terkait peluncuran resmi layanan, Ia menyebutkan penundaan dilakukan demi memastikan kesiapan maksimal, termasuk strategi sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.
“Peluncurannya menjadi atensi kami dalam waktu dekat, karena jika tidak diluncurkan maka kita tidak maju-maju. Sembari mengedukasi masyarakat terkait pencegahan ghost call, prank call, dan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap, melalui perbaikan berkelanjutan dan penguatan koordinasi lintas sektor, SIGAP 112 dapat menjadi layanan andalan masyarakat serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Layanan ini buat masyarakat, kita akan maksimalkan apapun yang bisa kita berikan supaya masyarakat merasa dekat dan percaya dengan pemerintah,” ujarnya.
Humas Singkawang




