Singkawang, MC – Pemerintah Kota Singkawang menggelar Sosialisasi Kompetisi Inovasi Singkawang Innovation Award (SINAR) Tahun 2026 di Ruang Basement Kantor Wali Kota Singkawang, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini ditujukan untuk mendorong lahirnya inovasi daerah yang aplikatif, terukur, dan berkelanjutan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Muslimin, mengatakan inovasi daerah memiliki peran strategis sebagai solusi atas berbagai persoalan pembangunan. Selain itu, inovasi juga menjadi alternatif kebijakan sekaligus katalisator dalam pemanfaatan potensi daerah.

“Inovasi daerah sangat penting sebagai problem solver, alternatif kebijakan, dan katalisator pemanfaatan potensi daerah, sehingga dapat meningkatkan peluang daerah untuk terus berkembang,” kata Muslimin.

Ia menjelaskan, sasaran utama inovasi daerah adalah percepatan terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan daerah, antara lain peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan peran serta masyarakat, serta penguatan daya saing daerah.

Menurut Muslimin, Pemerintah Kota Singkawang terus berupaya membangun ekosistem inovasi yang kondusif. Inovasi tidak hanya diharapkan muncul dari perangkat daerah, tetapi juga tumbuh secara luas di tengah masyarakat.

“Kami mendorong agar inovasi daerah dapat diterapkan secara masif, baik oleh perangkat daerah maupun masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, kompetisi SINAR juga menjadi bagian dari persiapan pengukuran Indeks Inovasi Daerah, yang merupakan salah satu indikator penilaian dalam ajang Innovative Government Award (IGA) yang diselenggarakan setiap tahun.

Muslimin mengungkapkan bahwa capaian Indeks Inovasi Daerah Kota Singkawang mengalami tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah meraih predikat kota sangat inovatif pada 2021, posisi Singkawang turun ke peringkat ke-22 pada 2022, peringkat ke-43 pada 2023, dan kembali menurun ke peringkat ke-61 pada 2024.

“Melalui sosialisasi SINAR ini, kami berharap kondisi tersebut dapat diperbaiki. SINAR diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkontribusi nyata bagi perbaikan kinerja inovasi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Daerah Bappeda Kota Singkawang, Lidya Yunanda, menyebutkan sebelum SINAR, Pemkot Singkawang telah memiliki sejumlah kompetisi inovasi, seperti SI-SEMANGAD dan Lomba Kreasi Inovasi Daerah (Kresida).

“Kedua kompetisi tersebut masih berada pada tataran ide dan gagasan. Sejak 2025, kami mentransformasikannya menjadi Singkawang Innovation Award atau SINAR,” kata Lidya.

Melalui SINAR, Pemkot Singkawang memberikan apresiasi kepada para inovator yang telah berhasil menerapkan inovasi di lingkungan masing-masing, baik dari unsur perangkat daerah maupun masyarakat.

Ia menambahkan, perbedaan utama SINAR terletak pada fokus penilaian yang tidak lagi berbasis gagasan, melainkan pada inovasi yang telah diterapkan dan memberikan manfaat nyata.

“SINAR bukan untuk inovasi yang akan dibuat, tetapi inovasi yang sudah berjalan dan dampaknya bisa diukur,” ujar Lidya.

Humas Singkawang