Singkawang, MC – Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Kecamatan Singkawang Utara tahun 2027 memfokuskan pembahasan pada optimalisasi potensi wilayah serta penanganan isu prioritas, seperti kemiskinan ekstrem dan stunting.

Sekda Kota Singkawang, Dwi Yanti mengatakan Musrenbang harus menjadi ruang menjaring aspirasi masyarakat secara menyeluruh, khususnya gagasan kreatif dalam menggali potensi wilayah yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dwi, masyarakat setempat merupakan pihak yang paling memahami potensi di wilayahnya, sehingga setiap usulan yang disampaikan perlu ditindaklanjuti secara serius oleh pemerintah daerah.

“Seluruh aspirasi masyarakat harus benar-benar ditindaklanjuti agar potensi yang ada dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan warga,” kata Dwi saat membuka Musrenbang Kecamatan Singkawang Utara, Selasa (3/2/2026).

Ia juga meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Singkawang bekerja secara terintegrasi dalam menindaklanjuti hasil Musrenbang sebagai dasar perencanaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“Hasil musyawarah ini harus menjadi landasan dalam merumuskan arah pembangunan yang berdaya guna dan berkelanjutan,” katanya.

Dwi menilai, Kecamatan Singkawang Utara memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan yang dapat dioptimalkan untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Luasnya lahan pertanian di wilayah tersebut dinilai strategis sebagai penopang kebijakan pangan Pemerintah Pusat.

“Potensi pertanian dan perkebunan di Singkawang Utara sangat besar dan bisa menjadi bagian penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Selain pengembangan potensi wilayah, Dwi meminta Musrenbang memberi perhatian khusus pada penanganan kemiskinan ekstrem dan stunting yang masih ditemukan di Singkawang Utara. Berdasarkan data yang disampaikan, masih terdapat sekitar 19 kepala keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.

Namun demikian, ia mengapresiasi capaian Kecamatan Singkawang Utara yang telah berhasil mewujudkan wilayah bebas dari praktik buang air besar sembarangan (BABS).

“Isu kemiskinan ekstrem dan stunting harus menjadi agenda penting Musrenbang. Di sisi lain, capaian bebas BABS patut diapresiasi dan harus terus dipertahankan,” katanya.

Humas Singkawang