Bagikan

Singkawang, MC – Tingginya intensitas curah hujan mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di kota Singkawang. Aktifitas warga pun menjadi terganggu karena nya.

Warga terpaksa harus mengungsi di Aula Kantor Lurah Condong dan Aula Rehabilitasi Merah Putih Singkawang. Tim Penggerak PKK (TP PKK) Singkawang pun bergerak cepat memberikan bantuan sosial, Senin (8/2/2021) kemarin.

Bantuan yang diberikan berupa roti, sayur, mie instan, telur, madu, roti, dan pampers. Selain itu, TP PKK menggalang bantuan dari berbagai pihak, seperti beras, air minum, obat-obatan, mainan anak, dan buku.

Ketua TP PKK Singkawang, Juli Wahyuni menasehati anak-anak sambil membagikan bantuan agar tidak bersedih. Ia meminta agar warga tidak perlu khawatir dan banyak berdoa agar bencana banjir dan pandemi covid-19 segera dilalui.

“Bapak-Ibu, tetap jaga kesehatan. Meski sedang banjir, jangan lupa berdoa. Semoga bantuan yang diberikan berkah dan bermanfaat,” ujarnya.

Kedatangan TP PKK tidak hanya memberikan bantuan sosial saja. Di sela-sela memberikan bantuan, TP PKK Singkawang menghibur anak-anak dengan bercerita dan bermain bersama.

Seolah banjir tak pernah melanda, ruangan yang sepi dan dipenuhi kesedihan berubah riang dan ramai akan canda tawa anak-anak. Mereka begitu menikmati hiburan dan jamahan yang diberikan, meski hanya sebuah pemberian sederhana.

Sementara Lurah Condong, Heri Christianto sangat mengapresiasi kedatangan TP PKK dan menyambut baik bantuan sosial yang diberikan.

“Saya sangat mensyukuri momen ini. Meski di tengah pandemi dan dilanda banjir, canda tawa anak-anak sangat manjur untuk kembali memberi semangat bertahan hidup,” katanya.

“Saya juga mengapresiasi gerak cepat TP PKK kota Singkawang untuk turun langsung ke lokasi. Saya percaya bantuan ini akan sangat bermanfaat. Semoga rejeki yang dibagikan dibalas setimpal dan bahkan berlimpah,” tambahnya.

Tercatat, 76 jiwa yang mengungsi di Aula Kantor Lurah Condong. 37 jiwa diantaranya adalah anak-anak dan balita. Sedangkan di Aula Rehabilitasi Merah Putih Singkawang tercatat 23 jiwa.