Bagikan

Singkawang, MC – Kodim 1202 dan Polres Singkawang menyatakan siap mendukung Pemkot Singkawang dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kasus Covid-19 di Singkawang. 

Seperti yang diungkapkan Dandim 1202/Skw, Letkol Arm Victor JL Lopulalan mengatakan, jika pihaknya siap membantu Pemkot dalam rangka pencegahan dan penanggulangan virus corona. 

“Kita harapkan masyarakat Singkawang juga bisa mengikuti apa yang diarahkan oleh Ibu Wali Kota supaya sama-sama bisa terhindar dari penyebaran virus corona,” kata Dandim, Rabu (18/3/2020).

Pihaknya juga sudah menyiapkan satu tenda peleton untuk menangani pasien yang terindikasi corona. 

“Ini merupakan perintah Bapak Pangdam XII/Tpr untuk membantu dan itu akan dioperasionalkan apabila terjadi lonjakan pasien suspect corona,” ujarnya. 

Dia juga meminta kerjasama dari kelurahan, RT dan masyarakat untuk mau melaporkan apabila menemukan orang-orang di sekitar lingkungannya yang terindikasi corona. “Supaya bisa segera ditangani dan dikarantina sesuai SOP yang berlaku,” pintanya. 

Menurutnya, pelaporan bisa langsung ke Pemkot, Kodim, Polres ataupun Kelurahan yang ada di wilayahnya masing-masing supaya cepat dilakukan penanganan. 

“Kami juga akan berkoordinasi dengan Imigrasi khususnya di wilayah perbatasan seperti Jagoy Babang dan Aruk, untuk meminimalisir orang-orang yang mau masuk ataupun keluar, terlebih Malaysia sudah memberlakukan Lokdown,” ungkapnya. 

Hal serupa juga diungkapkan Kapolres Singkawang, AKBP Prasetiyo Adhi Wibowo. 

Dia mengatakan, pihaknya siap mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan Pemkot Singkawang. 

Dia juga meminta kepada masyarakat Singkawang untuk tidak panic buying, karena apabila ada masyarakat yang membeli bahan sembako ataupun yang lainnya dalam jumlah yang banyak, maka akan ada sanksi yang bisa diterapkan. 

“Saya minta seluruh masyarakat Kota Singkawang tetap tenang dan tidak panik,” pintanya. 

Yang terpenting, sesuai pesan bapak Presiden RI, Joko Widodo, masyarakat jangan keluar rumah jika memang tidak ada keperluan, anak-anaknya dijaga jangan sampai keluar rumah dan hindari kontak dengan orang-orang yang masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (ODP) atau orang yang baru pulang dari daerah yang sudah jelas ada virus coronanya.