Bagikan

Singkawang, MC – Kota Singkawang menjadi salah satu kota yang terpilih sebagai Pilot Project penerapan sistem informasi e-kinerja. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Singkawang, Supriati saat rapat persiapan kedatangan tim piloting BKN RI di aula BKPSDM Jumat (13/3/2020).

Ia mengungkapkan target dari piloting penerapan sistem e-kinerja ini adalah pada instansi pusat terdapat 10 kementerian/lembaga terpilih dan instansi daerah terdapat 24 provinsi/kabupaten/kota.

“Tujuannya untuk meningkatkan sistem pembinaan manajemen kepegawaian yang optimal. Dari 24 provinsi/kabupaten/kota, salah satunya adalah Kota Singkawang,” katanya.

Menurut Supriati, sebagai langkah persiapan, pihaknya menggelar pertemuan untuk membahas persiapan pelaksanaan penilaian kinerja ASN dengan sistem e-kinerja di lingkungan Pemkot Singkawang.

“Hal ini juga merupakan tindak-lanjut dari focus group discussion nasional yang diselenggarakan di Jakarta beberapa waktu yang lalu,” ujarnya.

Supriati mengatakan agar pelaksanaan pilot project dapat dilakukan lebih optimal, pihaknya telah menetapkan tiga objek organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai piloting yang ditunjuk.

“Tiga OPD tersebut diantaranya BKPSDM, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Inspektorat,” katanya.

Ia berharap OPD yang telah ditunjuk dapat bekerjasama menyiapkan dokumen atau data pendukung yang dibutuhkan. Adapun dokumen yang harus disiapkan seperti RS, RKT, PKO, DPA dan perjanjian kinerja.

“Kemudian SOTK, tugas pokok dan fungsi, hasil analisis jabatan, uraian tugas, peta jabatan dan SKP,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan SDM ASN, Ari Sastriyana berharap masing masing OPD yang telah ditetapkan sebagai unit kerja piloting agar menunjuk pejabat administrator, pengawas dan pelaksana/fungsional yang memiliki pengetahuan dan kemampuan terkait penilaian kinerja.

Ari menyebutkan kedatangan tim piloting BKN yang dijadwalkan tanggal 18 Maret ini diundur di tanggal 1 sampai 3 April 2020.

“Selanjutnya, kita jadwalkan pertemuan kembali untuk membahas kesiapan dokumen dari 3 objek OPD yang telah ditunjuk,” katanya.