Bagikan

Singkawang, MC – Akhir-akhir ini dunia maya banyak dimunculkan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah “hoax” oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan tipuan hoax tersebut bahkan ikut menyebarkan informasi palsu itu, tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah” kata Sekretaris Dinas Kominfo Singkawang, Istri Handayani saat memberikan materi dihadapan peserta Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Dangau, Selasa (25/2/2020).

Untuk itu, Ia memberikan kiat langkah dalam menangkal berita atau informasi hoax diantaranya hati-hati dan waspadai. Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Kemudian cermati alamat situs sebagai sumber informasi, periksa fakta dan ikut serta grup diskusi anti-hoax.

Selain itu, Istri mengimbau agar mengecek keaslian foto ataupun berita sebelum dishare, jangan terburu–buru untuk membagikan berita. “Sebaiknya Sebelum memutuskan untuk membagikan informasi atau berita, pastikan dulu kebenarannya atau istilah sekarang “Saring Before Sharing,” ujarnya.

Istri berharap netizen dapat cerdas dan teliti dalam menyaring informasi mana yang bermanfaat dan mana informasi yang tidak membawa manfaat.

“Seringkali, berita hoax punya judul yang mengundang sensasi, seperti bersifat menghasut atau provokatif. Bahkan, lebih ngeri lagi, kadang isinya diambil dari media atau surat kabar resmi. Hanya saja, sedikit diubah agar sesuai dengan persepsi dari pembuat hoax,” katanya.

Istri mengatakan jika mendapatkan berita dari sebuah artikel, coba perhatikan tautannya. Apakah tautan tersebut berupa blog atau media berita asli. “Jangan sampai terkecoh, kadang ada orang yang tidak bertanggung jawab membuat berita bohong dengan menggunakan tautan yang mirip dengan media berita asli,” ungkap Istri.

Berita bohong ada kalanya berupa foto yang telah dimanipulasi. Pembuat berita palsu bisa saja telah mengedit sebuah foto lalu disebarkan ke media sosial  dengan tujuan memprovokasi. Namun, kitapun bisa mengecek keaslian sebuah foto dengan mesin pencari Google Images dengan tautan images.google.com.

“Dengan cara mengunggah sebuah foto atau dengan fitur drag and drop,” katanya.

Istri menegaskan setelah melakukan semua cara di atas dan terbukti ditemukan suatu berita hoax, agar netizen jangan ragu untuk melaporkannya ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui aduankonten@mail.kominfo.go.id.

“Dengan tujuh kiat tersebut semoga dapat bermanfaat dalam menangkal berita hox, kalau sudah upaya tersebut kita masih menemukan berita atau informasi, hoax segera laporkan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui alamat  aduankonten@mail.kominfo.go.id,” ujarnya.

Selain ke alamat tersebut untuk media sosial Facebook, dapat digunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk melaporkan berita atau foto hoax Intuk Google, Istri menjelaskan bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu. Begitu juga Media Sosial lainnya seperti Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

“Masyarakat Indonesia Anti Hoax juga menyediakan laman data.turnbackhoax.id untuk menampung aduan hoax dari netizen. TurnBackHoax sekaligus berfungsi sebagai database berisi referensi berita hoax. Dalam laman tersebut netizen tinggal mengisi data, upload berita atau foto yang dicurigai hoax,” ujar Istri.

Di akhir penyampaian materi Istri mengimbau kepada seluruh peserta FGD yang terdiri dari para pelajar dan guru serta pengurus PGRI agar dapat bekerjasama dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran berita hoax dengan menginformasikan materi yang diperoleh kepada seluruh guru yang ada di Kota Singkawang dan secara berjenjang menyampaikan kepada anak-anak didik dan keluarganya.

Penulis : Istri Handayani