Bagikan

Singkawang, MC – Aktivitas masyarakat Kota Singkawang di bulan suci Ramadhan khususnya pada sore hari memang cukup meningkat.

Terlebih menjelang berbuka puasa, dimana masyarakat terlihat sibuk dalam mencari makanan dan minuman yang cocok untuk berbuka puasa.

Pemandangan padatnya arus lalu lintas ini dapat dilihat di sekitaran Masjid Raya Singkawang. Sehingga pihak kepolisian, khususnya jajaran Satlantas Polres Singkawang harus turun ke jalan untuk melakukan pengalihan arus khususnya kepada kendaraan roda empat dan enam supaya kemacetan yang terjadi di sekitar Masjid Raya Singkawang dirasakan tidak terlalu panjang.


“Pengalihan arus ini juga demi ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di masyarakat dalam melakukan aktivitas khususnya pada sore hari menjelang berbuka puasa,” kata Kasat Lantas Polres Singkawang, AKP Syaiful Bahrie, Rabu (8/5/2019).

Dalam pengalihan arus lalu lintas, pihaknya menurunkan sebanyak 10 personel. “Mereka bertugas secara bergantian dan dibantu oleh fungsi lain seperti Satbhara, Tim Merpati dan fungsi lainnya,” ujarnya.

Sampai dengan hari kedua bulan suci Ramadhan, untuk pemetaan dan situasi arus lalu lintas masih aman dan terkendali.

Meski demikian, pihaknya akan terus meningkatkan kegiatan serupa secara rutin, dimana saat sekarang ini juga pihaknya sedang gencar melaksanakan operasi keselamatan kapuas Polres Singkawang yang masih terus berlangsung hingga tanggal 12 Mei mendatang.

“Untuk itu, kami tak bosan-bosannya mengimbau kepada masyarakat agar tertib dalam berlalu lintas, yang tujuannya adalah agar masyarakat terhindar dari kecelakaan di jalan raya,” pintanya.

Syaiful menambahkan, dalam giat operasi keselamatan kapuas Polres Singkawang, pihaknya akan selalu mengedepankan kegiatan preemtif dan prepentif.

“Sehingga kegiatan operasi ini tidak hanya fokus terhadap penindakan dalam berlalu lintas,” ungkapnya.

Dalam giat ini, pihaknya lebih banyak memberikan edukasi, imbauan, sosialisasi tentang rambu-rambu lalu lintas ke masyarakat.

“Intinya kami ingin masyarakat secara luas memahami tentang aturan berlalu lintas dan akhirnya peningkatan kepatuhan masuyarakat dalam berlalu lintas dapat tercapai,” jelasnya.

Syaiful menjelaskan, dalam kegiatan preemtif ada sebanyak 50 kegiatan yang dilakukan. Sedangkan pada prepentifnya dilakukan kegiatan penjagaan dan pengaturan yang lebih kurang ada sekitar 30 kegiatan.

“Untuk represif (penindakan) kita minimalisir tujuannya bahwa kita ingin masyarakat benar-benar taat dalam peraturan lalu lintas,” tuturnya.

MC. Kota Singkawang