Bagikan

Singkawang, MC – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Singkawang menggelar rapat koordinasi guna menyikapi kenaikan angka konfirmasi Covid-19.

“Dari peningkatan sebanyak 54 kasus,  sebanyak 41 diantaranya adalah merupakan anak-anak santri yang tinggal di salah satu Rumah Tahfidz yang ada di Kota Singkawang. Terkait hal itu, kita perlu mengambil langkah dalam penanganannya,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Kamis, (1/4/2021).

Tjhai Chui Mie mengatakan saat ini mereka yang terkonfirmasi sudah dilakukan isolasi mandiri di tempat tersebut. “Sedangkan yang negatif, sudah kita pulangkan ke rumahnya masing-masing,” katanya.

Dari temuan tersebut, pihaknya akan segera melakukan tracing supaya pihaknya bisa tahu dari mana sumber virusnya berasal dan bagaimana cara memutus mata rantai penyebaran COVID-19 tersebut.

Ia meminta Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat kecamatan dan kelurahan beserta pilarnya untuk sama-sama turun ke lapangan guna meninjau kondisinya seperti apa. Selanjutnya, undang para tokoh untuk menyampaikan agar tetap taat terhadap protokol kesehatan.

“Misalkan ada sebuah pertemuan, maka mereka bisa membatasi jumlah orang dalam ruang pertemuan. Intinya harus kurang dari 50 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, sebelum pertemuan dilakukan mereka harus mensterilkan dulu ruangan dengan disinfektan.

Selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Singkawang pihaknya beserta anggota kembali akan melakukan penyemprotan massal di seluruh Kota Singkawang.

“Dalam kegiatan penyemprotan massal nanti kita akan libatkan TNI, Polri dan BPKS yang ada di Kota Singkawang,” ujarnya.

Selain Pemkot Singkawang telah melakukan upaya-upaya, dia juga meminta agar masyarakat Kota Singkawang untuk selalu meningkatkan imun (daya tubuh). Supaya tubuhnya dapat melawan virus yang masuk.