Bagikan

Singkawang, MC – Tidak lama lagi RSUD Abdul Aziz Singkawang akan memiliki Laboratorium Mikrobiologi untuk melakukan pemeriksaan terhadap  virus Corona.

Hal itu diungkapkan Direktur RSUD Abdul Aziz Singkawang, Ruchanihadi, dimana saat ini pihaknya sedang mempersiapkan ruangan tersebut yang tujuannya untuk melakukan pemeriksaan Covid-19. 

“Jadi kami sedang mempersiapkan ruangan untuk melakukan pemeriksaan yang sampai saat ini masih dalam pengerjaan,” kata Ruchanihadi, Rabu (19/8/2020).

Sementara alat pemeriksaannya dinamakan Test Cepat Molekuler (TCM) yang memang sudah dimiliki oleh RSUD Abdul Aziz Singkawang yang biasanya digunakan untuk pemeriksaan kuman Tuberkulosis (TBC). 

“Alat ini juga bisa digunakan untuk mendeteksi virus Corona,” ujarnya. 

Sampai saat ini pihaknya pun sudah mendapatkan bantuan untuk alat testnya dari Kementerian Kesehatan RI sebanyak 60 buah. Sehingga bisa digunakan untuk 60 kali pemeriksaan terhadap pasien.

“Setelah itu barulah kita mengajukan lagi ke Kemenkes. Saya berharap semoga Laboratorium Mikrobiologi ini segera rampung untuk melakukan pemeriksaan Covid-19,” ungkapnya.

Karena, apabila laboratoriumnya sudah bisa digunakan, maka sampelnya tidak perlu lagi dikirim ke Pontianak. Sehingga, hasil test bisa dengan segera diketahui.

“Saya berharap akhir bulan Agustus sudah bisa berjalan,” harapnya.

Untuk petugas, katanya, RSUD Abdul Aziz Singkawang sudah mempunyai Dokter Mikrobiologi, baik yang bertanggung jawab untuk Laboratorium Mikronya maupun analisnya sudah ada. 

Sementara itu, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan, dengan adanya Ruang Laboratorium Mikrobiologi (TCM) ini dan dengan adanya tes yang dilakukan secara cepat, tentu akan sangat membantu masyarakat Kota Singkawang dan sekitarnya yang akan dirujuk ke RSUD Abdul Aziz Singkawang untuk mengetahui hasil swab dari pasien itu sendiri.

Ruangan ini, rencananya akan dia launching pemakaiannya pada minggu keempat Agustus 2020.

“Harapan saya kepada masyarakat Kota Singkawang semua sehat dan bisa terbebas dari virus Corona,” ujarnya.