Bagikan

Singkawang, MC –  Pengembangan SDM adalah bagian dari proses dan tujuan pembangunan nasional Indonesia. Bangsa Indonesia, khususnya masyarakat kota Singkawang menghadapi tantangan ketertinggalan dari kemajuan bangsa-bangsa dan daerah-daerah lain.

Untuk itu, Pemerintah kota Singkawang dan Politeknik Negeri Pontianak menandatangai MoU pembentukan program studi di luar kampus utama (PSDKU) di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, rabu (24/2/2021).

Perwujudan dari MoU ini adalah dengan membangun perguruan tinggi tingkat diploma di kota Singkawang. Perguruan tinggi ini nantinya akan diberi nama Politeknik Negeri Singkawang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang, Ahyadi mengatakan dibutuhkan penantian selama kurang lebih 12 tahun untuk menghadirkan Politeknik Negeri Singkawang. Ia berharap dengan dukungan Politeknik Negeri Pontianak dalam kurun waktu lima tahun kedepan PSDKU bisa menjadi Politeknik Negeri Singkawang.

“Singkawang harus memiliki Politeknik. Kami akan menunggu apa yang dicanangkan segera diwujudkan. Kita akan menjalin kerjasama, sehingga apa yang dibutuhkan untuk persiapan Politeknik Negeri Singkawang bisa terlaksana,” katanya.

Ia berharap dengan adanya Politeknik negeri Singkawang, siswa-siswa lulusan di Kalimantan Barat, khususnya di kota Singkawang, tidak perlu berbondong-bondong melanjutklan studi di luar pulau. Menurut data yang Disdikbud miliki, lulusan akademi komunitas (AK) Kota Singkawang tidaklah mengecewakan, banyak ditampung di dunia kerja dan mampu bekerja sesuai dengan keterampilannya.

“Kalau Politeknik Negeri Singkawang berdiri, tidak perlu lagi anak didik kita merogoh kocek untuk melanjutkan studi di luar pulau atapun di luar negeri. SDM dari Politeknik Negeri Singkawang ini nanti akan diberdayakan untuk kemajuan kota Singkawang,”  ujarnya.

Direktur Politeknik Negeri Pontianak, Toasin Asha mengatakan persiapan dalam pembentukan PSDKU, yaitu penyediaan lahan dan fasilitas pembelajaran oleh Pemkot Singkawang dan MoU antara Pemkot Singkawang dan Politeknik Negeri Pontianak.

Ia menjelaskan salah satu penyebab tertundanya perwujudan PSDKU karena pemulihan ekonomi prioritas belanja dan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Kebijakan Pemerintah mengharuskan Pemerintah pusat untuk memfokuskan anggaran pada penanganan pandemi Covid-19.

Toasin mengatakan Politeknik Negeri Pontianak pernah bertemu dengan komisi III DPRD kota Singkawang beserta tim panitia daerah PSDKU. Di dalam diskusi tersebut, Politeknik Negeri Pontianak menyatakan semangatnya mendukung pembangunan PSDKU.

“Jika Pemkot Singkawang memberikan dukungan, maka Politeknik Negeri Pontianak akan lebih bersemangat mendorong dan mengkomunikasikan agar Singkawang dapat mendirikan PSDKU. PSDKU ini merupakan cikal bakal berdirinya Politeknik Negeri Singkawang,” katanya.

Toasin mengatakan akan ada penambahan prodi baru, yaitu Program Studi Diploma Tiga (D-III) Tenik Informatika, Program Studi Diploma Tiga (D-III) Teknologi Pengolahan Hasil Perkebunan, dan Program Studi Diploma Tiga (D-III) Administrasi Bisnis.

“Dari data kami di Politeknik Negeri Pontianak, peminat program studi IT dan Administrasi Bisnis itu sangat besar. Saya berharap apabila dimungkinkan tahun ini, maka kami akan memulai untuk mewujudkannya. Sehingga perwujudan SDM berkualitas dapat dicapai secepat-cepatnya,” ujarnya.

Dengan meningkatnya kualifikasi pendidikan di suatu daerah, maka nilai indeks pembangunan manusia (IPM) juga meningkat. Salah satu indikator peningkatan IPM adalah dari lama atau tingkat pendidikannya. Maka dari itu, investasi Pemkot Singkawang dan pihak ketiga dibutuhkan untuk pembangunan sumber daya manusia.

Sementara, Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie mengatakan Pemerintah kota Singkawang siap mendukung melalui dana APBD dan sumber lainnya. Ia berharap pihak ketiga juga memberikan dukungan dan kerjasama sehingga proses pendirian perguruan tinggi segera beroperasi.

“Pemkot Singkawang melalui dana APBD siap mendukung pendanaan. Dalam hal ini, kepada OPD terkait juga saya harapkan kesediaannya untuk mendanai kebutuhan ini,” katanya.

Ia juga meminta kepada setiap perangkat daerah dan tim panitia PSDKU untuk memantau, menyiapkan dan mengkomunikasi kebutuhan proses pembangunan PSDKU hingga menuju Politeknik Negeri Singkawang.

“Untuk kepala perangkat daerah dan tim panitia PSDKU, tolong pantau terus proses pembangunan PSDKU ini. Saya minta dipersiapkan data-data kebutuhan PSDKU dan komunikasikan pada saya. Pemerintah kota Singkawang akan berupaya memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut,” tegasnya.

Tjhai Chui Mie menilai PSDKU sebagai cikal bakal Politeknik Negeri Singkawang dapat mewujudkan infrastruktur yang terintegrasi di kota Singkawang. Dengan adanya integrasi infrastruktur, Ia percaya kemajuan kota Singkawang ada di depan mata.

“Bandara sedang kami kerjakan. Pembangunan jalan tol Singkawang-Pontianak. Musrenbang antar kecamatan juga sedang kami realisasikan satu persatu. Dalam hal pendidikan, PSDKU ini tentu menunjang integrasi infrastuktur kota Singkawang,” ujarnya. *MC/Td