Bagikan

SIngkawang, MC – Dunia Pendidikan Kota Singkawang tak lekang terimbas pandemi covid-19. Proses belajar mengajar dengan metode tatap muka, saat ini harus berinovasi dan menyesuaikan kondisi. Interaksi antara guru dan murid juga dituntut menyesuaikan dengan metode daringonline

M. Nadjib memasuki purna tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Singkawang digantikan secara definitif oleh Ahyadi yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Dinas Kominfo. Pergantian ini sebagai bentuk pentingnya dunia pendidikan.

“Pandemi mengubah mindset saya beserta jajaran dan tenaga pendidik kota Singkawang. Belajar mengajar tidak lagi harus bertatap muka. Perkembangan teknologi memudahkan terwujudnya interaksi yang sempat renggang. Meski awalnya, tenaga pendidik dituntut segera menyesuaikan diri secara intensif dalam pemanfaatan teknologi. Kini, sumber pembelajaran tidak hanya di kelas saja, alam pun turut berpartisipasi juga,” kata Nadjib pada acara pisah sambut Kepala Disdikbud, Selasa (2/2/2021).

Meneruskan tongkat estafet, Ahyadi akan berupaya sebaik mungkin mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan pada dinas yang dinakhodainya. Kondisi pandemi memiliki efek negatif dan positif.

Hidupnya interaksi tatap muka antara guru dan murid menjadi samar-samar. Namun, baik guru maupun murid dituntut untuk lebih maju dalam laju perkembangan pendidikan di era globalisasi.

“Sebelum pandemi, baik guru dan murid yang dulunya buta teknologi. Sekarang menjadi melek teknologi. Era digitalisasi harus dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Jika kita terus melihat sisi positif ini, saya yakin apa yang diupayakan dapat terwujud,” katanya.

Melek teknologi di masa pandemi adalah modal masa depan pendidikan. Capai visi dan misi, terobosan baru diperlukan sehingga kendala dapat diminimalisir.

Semetara itu Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie meminta tenaga pendidik untuk menetapkan tujuan, menjadi contoh dan panutan baik. Ia percaya SDM yang baik melahirkan SDM yang baik pula.

“Tetapkan tujuan, terus berinovasi. Bila ada kendala, jangan ubah tujuannya, ubah cara pencapaiannya. Saya percaya ketika kita punya mindset seperti ini, pandemi ini dapat kita lalui,” pesannya.

Ia mengatakan guru merupakan masa depan bagi murid-murid. Kita tidak pernah tahu, jika dikedepannya, beberapa anak didik kita menjadi tokoh-tokoh pembawa perubahan yang sepak terjangnya lebih baik.

Ia juga meminta agar Disdikbud kota Singkawang bekerjasama dengan sekolah-sekolah di kota singkawang untuk mendata kebutuhan persiapan belajar mengajar tatap muka nantinya. Penerapan protokol kesehatan (prokes) di sekolah diperlukan. Pemerintah kota Singkawang akan membantu penyediaan sarana penyemprotan disinfectan di sekolah-sekolah.

“Buat jadwal ajar baru untuk belajar mengajar tatap muka dengan sistem shift. Ajarkan 5M kepada murid. Memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan. Begitu aktivitas bersekolah selesai, langsung semprotkan disiinfektan.” pintanya.

“Cerdaskan anak kota Singkawang di masa pandemic,” tambahnya. *MC/Td