Bagikan

Singkawang, MC – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melakukan sosialisasi publik penataan parkir dan rekayasa lalu lintas kawasan kota pusaka di sekitar Vihara Tri Dharma Bumi Raya dan Warkop Rusen, Selasa (9/7/2019).

Sosiliasasi dihadiri Walikota dan Wakil Walikota Singkawang, Sekda, Kapolres, Dandim 1202 Singkawang, Satpol. PP, jajaran Dishub dan masyarakat serta pedagang di sekitar vihara dan warkop rusen.

“Terima kasih kepada masyarakat dan pedagang yang sudah menyempatkan diri untuk hadir dalam sosialisasi ini. Karena, kehadiran mereka sudah menunjukkan partisipasi mereka kepada Pemkot Singkawang yang berkeinginan untuk membuat Kota Singkawang lebih indah,” kata Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.

Artinya, mana yang belum tertata dengan baik maka akan diperbaiki lagi. Namun, penataan itu tentunya perlu dukungan dari semua masyarakat yang terkena dampaknya. 

“Dalam sosialisasi, sudah kita paparkan bagaimana nanti penataan kawasan kota pusaka kedepannya, saya berharap apa yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya. 

Beberapa hal yang akan di tata ulang, seperti kawasan depan Vihara dan Masjid Raya, kemudian untuk di toko-toko yang ditata ulang adalah tempat perparkiran, alur lalu lintasnya, selasarnya dan yang paling penting lagi adalah selasar-selasar yang ada di sepanjang Jalan Diponegoro, Setia Budi dan Budi Utomo. 

“Jadi itu yang akan kita benahi dan kita rapikan, sehingga bisa menambah semangat orang berkunjung ke Singkawang,” ungkapnya. 

Penataan yang dilakukan, mengingat Pemerintah Kota Singkawang punya tujuan yaitu bisa mendatangkan banyak orang sehingga bisa menambah pendapatan masyarakat Singkawang baik yang punya toko maupun sebagai Pedagang Kali Lima (PKL). 

 “Karena kalau sudah kita tata dengan rapi maka orang bisa masuk ke tokonya. Tinggal bagaimana pemilik toko menyiapkan diri untuk menata tokonya semenarik mungkin guna membuat orang bisa masuk ke tokonya,” jelasnya. 

Oleh karena itu, dalam penataan itu nanti perlu adanya kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat Singkawang. Yang mana penataan akan dilakukan secara bertahap dan dimulai tahun ini. 

“Penataan mungkin sekitar bulan Oktober 2019 dengan menggunakan anggaran Multi Years,” tuturnya. 

Dia juga memastikan, untuk di sekitaran Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang tidak ada kabel yang menjuntai di atas jalan. “Semua kabel akan kita tanam di dalam tanah,” ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Singkawang, AKBP Raymond M Masengi mengatakan, penataan ulang di sekitaran kawasan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Singkawang harus diimbangi dengan pengamanan.

“Kami sudah diperintahkan Bapak Kapolda untuk memperlancar, mengawal dan memastikan bahwa pembangunan di Singkawang yang sesuai dengan koridor hukum tanpa gangguan dari pihak manapun,” katanya. 

Menurutnya, kawasan Kota Pusaka ini sangat baik untuk dilakukan penataan kota dan perlu dukungan dari semua masyarakat. 

“Penataan ini merupakan suatu keharusan bagi kota yang akan maju,” ujarnya. 

Karena, tidak mungkin untuk sebuah kota yang maju namun tidak diawali dengan adanya perubahan. “Oleh sebab itu, kami dari Polres Singkawang akan mendukung penuh semua kegiatan pemerintah kota dalam membangun Singkawang, sehingga Singkawang akan semakin maju dan modern,” ungkapnya. 

MC. Kota Singkawang