Bagikan

Singkawang, MC – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tahun 2020 di Hotel Mahkota, Rabu (3/3/2021).

Musrenbang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, Forkopimda, Sekda, Kepala Instansi Vertikal, Kepala OPD, dan tokoh masyarakat di Kota Singkawang.

Wali Kota Tjhai Chui Mie mengungkapkan musrenbang RKPD tahun 2022  merupakan rencana pembangunan Kota Singkawang Tahun Anggaran 2022 dan musrenbang RKPD terakhir di periode kepemimpinan kami selaku Walikota dan Wakil Walikota Singkawang.

“Dengan posisi seperti ini tentunya target pembangunan tahun anggaran 2022 lebih di titikberatkan pada target tahun kelima sebagaimana ditetapkan di dalam RPJMD Kota Singkawang periode 2018 – 2022,” kata Tjhai Chui Mie.

Menurutnya, Musrenbang menjalin komunikasi berbagai pemangku kepentingan, sehingga menghasilkan perencanaan yang berkualitas dan tepat sasaran. Himpunan aspirasi di wilayah kecamatan kota Singkawang ditindaklanjuti dalam pelaksanaan forum gabungan perangkat daerah.

“Penyempurnaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) kota Singkawang tahun 2022 memuat prioritas pembangunan dan usuklan kegiatan,” ujarnya.

Tjhai Chui Mie mengungkapkan Singkawang mendapatkan bantuan pinjaman dana sebesar Rp200 Milyar. Berfokus pada Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Pemkot Singkawang merancang integrasi pembangunan infrastruktur dan peningkatan pendidikan di kota Singkawang.

“Tahun 2022 merupakan masa akhir jabatan saya dan Pak Irwan. Dengan gencar, kami bangun infrastruktur dan tingkatkan pendidikan kota Singkawang. Pada bidang Infrastruktur dialokasikan dana sebesar Rp150 Milyar. Kemudian alokasi bidang pendidikan sebesar Rp50 Milyar,” katanya.

Ia mengatakan pembangunan prasarana jalan sebanyak 21 ruas jalan, pembangunan prasarana sumber daya air sebanyak 10 titik, dan revitalisasi gedung SDN 23 Singkawang dan SMPN 4 Singkawang.

“Pengalokasian dana PEN tersebut memperkuat infrastruktur demi mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar. Pembangunan bandara Singkawang juga prioritas utama Pemkot Singkawang yang sedang dikejar pengerjaannya,” ujarnya.

Pemerintah Kota Singkawang telah melakukan pembebasan lahan seluas 151,45 Ha pada tahun 2018, Land Clearing pada tahun 2019 dan tahun 2021 dengan sumber dana APBN. Selain itu, pada tahun 2021, Pemerintah Kota Singkawang mendapat sumber pendanaan penyelesaian project bandara melalui APBN sebesar Rp100 Milyar.

Ia mengatakan target pembangunan yang ditetapkan di RPJMD belum semuanya terpenuhi. Dalam kesempatan ini, ia meminta bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk membantu lanjutan perbaikan ruas jalan dan pengadaan air bersih di Sekolah Polisi Negara (SPN) kota Singkawang.

“Harus diakui, banyak target pembangunan yang belum terpenuhi. Pekerjaan kami belum mencapai 100 persen, meski masa jabatan kami akan segera berakhir. Untuk itu, kami butuh dukungan dari berbagai pihak agar bisa mengejar target kami.” Ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan musrenbang Kabupaten atau Kota merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan perencanaan pembangunan Provinsi dan Nasional.

Melalui Musrenbang ini, Ia mengatakan terdapat 4 indikator makro pembangunan terkait pencapaian visi dan misi pembangunan kalimantan Barat dalam RPJMD perubahan tahun 2018-2023.

“Pertama, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), peningkatan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE), penurunan presentase  jumlah penduduk miskin, dan penurunan presentasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Indikator makro ini perlu mendapat perhatian secara khusus dalam menghadapi pandemi COVID-19 dan pemulihan ekonomi pasca pandemic,” Ujarnya.

Target IPM Kalbar tahun 2022 diharapkan mencapai 70,29 persen. Target LPE kalbar sebesar 4,71-5,46 persen. Target penurunan angka kemiskinan Kalbar menjadi 7,31-7,23 persen. Target TPT Kalbar sebesar 5,53-4,29 persen.

“Khusus kota Singkawang target 2022, IPM sudah melampaui target yakni 73,78 persen. LPE sebesar 4,2 persen. Penurunan angka kemiskinan sebesar 4,6 persen. TPT sebesar 6,85 persen. Tingkat Pengangguran Tebuka kota Singkawang adalah yang tertinggi di Kalimantan Barat. Pemkot Singkawang perlu menurunkan tingkat pengangguran terbuka di kota Singkawang,” katanya.

Ia mengatakan penetapan target dapat tercapai dengan adanya gotong-royong seluruh komponen daerah, khususnya dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19 di Kalimantan Barat. *MC/Td