Bagikan

Singkawang, MC – Pengurus Forum Generasi Berencana (Genre) Kota Singkawang resmi dilantik pada Jumat (29/1/2021) di kantor Wali Kota Kota Singkawang.

Generasi Berencana (Genre) adalah sebuah forum yang dinaungi Badan Kependudukan danKeluarga Berencana Nasional (BKKBN). Genre ini didirikan untuk kepentingan remaja-remaja di seluruh Indonesia, khususnya remaja kota Singkawang. Berangkat dari keprihatinan terhadap pergaulan bebas di kalangan kawula muda, forum ini pun dibentuk.

Say no to free sex, drugs and HIV/AIDS menjadi slogan forum genre. Slogan ini pun menjadi acuan dari kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan untuk menjaga kualitas hidup remaja Indonesia.

Perwakilan BKKBN provinsi Kalimantan Barat Aulia Arfiansyah Arief mengingatkan pentingya hidup yang berkualitas demi menggapai mimpi dan prestasi.

Ia menemukan banyak laporan kasus kehamilan di usia dini di masa pandemi covid-19, akibat aktifitas belajar mengajar di sekolah ditiadakan. Peranan Forum Genre Singkawang sangat dibutuhkan untuk dapat merangkul pelajar kota Singkawang untuk menekan angka kehamilan di usia dini.

Selain kehamilan di usia dini, kasus pornografi kian merabah hingga ke pelosok negeri Indonesia. Menurut survey, terjadi peningkatan signifikan sebesar 10% kasus pornografi dan kehamilan di usia dini di Kalimantan Barat. Untuk itu, Ia berpesan kepada pengurus dan undangan yang hadir untuk menghindari perbuatan yang tidak terpuji.

“Hindari seks bebas, pornografi, dan dengarkan pesan baik dari orang tua ataupun guru kita. Kedepankan pendidikan demi masa depan yang lebih baik,” Pesan Aulia.

Sementara, Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik Pemerintahan Kota Singkawang, Libertus mengatakan usia remaja adalah usia dimana pencarian jati diri dimulai, rasa ingin tahu begitu tinggi, dan mudah beradaptasi dengan teknologi mutakhir.

“Tema pelantikan ini adalah sesuatu gambaran yang krusial terhadap pertumbuhan remaja masa kini. Butuh pengelolaan yang bijaksana untuk menjawab tema, karena perkembangan IT semakin mutakhir. Kreatif, aktif, dan proaktif dalam membangun jati diri dan lingkungan. Begitu pula dengan pengaruh potensi diri dalam hal kebaikan,” ujarnya.

Perkembangan teknologi memanjakan remaja dengan mudahnya mengakses berbagai macam informasi. Suatu filter diri sangat diperlukan, agar menjadi pribadi yang tangguh dan kokoh. Peranan keluarga berencana yang baik pun dimaksimalkan agar mendukung lingkungan bertumbuh yang baik pula. Selain keluarga, pendampingan pendidikan juga diperlukan, meskipun sedang dihadapkan dalam masa pandemi. Memilih lingkungan yang baik dan mengevaluasi lingkungan yang buruk adalah modal untuk pembelajaran diri.

“Biasakan hidup teratur meski tidak mudah. Tapi kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil. Bagi yang setia dengan perkaya kecil yang baik, maka ia akan diberi kepercayaan untuk hal baik yang lebih besar,” pesannya *MC/Td